Permainan Paling Berbahaya

"Di sebelah kanan — di suatu tempat — ada sebuah pulau besar," kata Whitney. "Tempat itu agak misterius —"

"Pulau apa itu?" tanya Rainsford.

"Peta lama menamakannya 'Pulau Jebakan Kapal'," jawab Whitney. "Nama yang sugestif, bukan? Para pelaut memiliki ketakutan aneh terhadap tempat itu. Aku tidak tahu mengapa. Mungkin semacam takhayul —"

"Aku tidak bisa melihat apa-apa," gumam Rainsford, mencoba melihat menembus malam tropis yang lembap dan pekat yang menekan kapal pesiar itu seperti beludru hitam yang tebal.

"Matamu tajam," Whitney tertawa. "Aku pernah melihatmu membidik rusa dari jarak empat ratus yard, tapi bahkan kau pun tidak bisa melihat menembus empat mil malam Karibia yang tanpa bulan."

...

Rainsford sekarang tahu arti ketakutan yang sebenarnya. Dia tidak boleh kehilangan akal. Dia tidak akan kalah.

Dia menggali lubang yang dalam, menancapkan pasak kayu tajam di dalamnya, dan menutupinya dengan rapi menggunakan tanaman merambat dan dahan pohon.

Dia mendengar suara dahan yang patah saat perangkap itu runtuh; dia mendengar teriakan kesakitan yang tajam.

Namun, ketika Jenderal Zaroff tiba, dia masih berdiri tegak. "Kau telah membunuh salah satu anjing terbaikku, Rainsford. Kau mencetak poin lagi."

...

Rainsford terbangun di kamar besar di kastil itu. Dia berdiri di sana, di balik tirai tempat tidur.

"Rainsford!" teriak sang Jenderal. "Bagaimana bisa kau sampai di sini?"

"Berenang," kata Rainsford. "Aku merasa itu lebih cepat daripada berjalan melewati hutan."

Sang Jenderal menarik napas tajam dan tersenyum. "Aku ucapkan selamat," katanya. "Kau telah memenangkan permainan ini."

Rainsford tidak tersenyum. "Aku masih seekor binatang buruan yang terpojok," katanya dengan suara rendah dan serak. "Bersiaplah, Jenderal Zaroff."

Sang Jenderal membungkuk hormat. "Aku mengerti," katanya. "Luar biasa! Salah satu dari kita akan menjadi santapan anjing-anjing itu. Yang lainnya akan tidur di tempat tidur yang sangat nyaman ini. Bersiaplah, Rainsford."

Rainsford memutuskan bahwa dia belum pernah tidur di tempat tidur yang lebih nyaman dari itu.